Lompat ke isi utama

Berita

40 Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Minsel ikut pembelajaran Audio Visual Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)

dok. kegiatan

Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan terus melanjutkan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan oleh Bawaslu RI yang kini telah memasuki tahapan pembelajaran audio visual. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelajar dan pemuda aktif mengikuti enam tahap pembelajaran yang dikemas secara menarik dan edukatif. Kegiatan ini dirancang agar tidak mengganggu jam belajar peserta di sekolah, karena proses pembelajaran dilakukan secara mandiri setelah jam sekolah selesai.

Menurut Anggota Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan, Koordinator Divisi HP2H, Alfred T. Franny Sengkey, tujuan utama dari kegiatan P2P ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu. “Melalui pendidikan ini, kami berharap peserta dapat menjadi agen pengawas yang kritis, berintegritas, dan mampu berperan aktif menjaga kualitas demokrasi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan P2P ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperluas jangkauan pengawasan berbasis masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan pemuda di Minahasa Selatan. Dengan metode audio visual yang interaktif, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai pengawasan secara nyata. Program ini menjadi langkah strategis Bawaslu untuk menciptakan generasi muda yang peduli, tanggap, dan aktif berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang bermartabat.